Perang Perancis-Prusia

capturedprussianflags.jpg


Perang Perancis-Prusia

Perang Perancis-Prusia adalah konflik besar yang berlangsung antara Kekaisaran
Perancis Kedua melawan Kerajaan
Prusia dan sekutu-sekutunya yang
tergabung dalam Konfederasi
Jerman Utara, serta negara-negara
Jerman selatan seperti Baden,
Württemberg, Bayern, dan Hesse-
Darmstadt .
Konflik ini dipicu oleh ketegangan
yang terkait dengan penyatuan
Jerman . Dalam memoirnya yang
ditulis setelah perang, Kanselir
Prusia Otto Von Bismarck menulis:
"Saya selalu merasa bahwa perang
melawan Perancis akan terjadi
setelah perang melawan
Austria...Saya yakin bahwa jurang
pemisah antara Jerman utara dan
selatan hanya dapat diatasi lewat
perang nasional melawan bangsa
tetangga yang agresif terhadap
kita. Saya tidak meragukan bahwa
perang Perancis-Jerman perlu
dilancarkan sebelum reorganisasi
Jerman secara umum dapat
dicapai." Bismarck
menggunakan isu pewaris tahta
Spanyol untuk memicu krisis
diplomatik dan kemudian menulis
ulang berita tertulis mengenai
pertemuan Raja Prusia dengan
menteri luar negeri Perancis agar
tampak seolah Perancis telah
dihina. Media dan parlemen
Perancis menyerukan perang, dan
jenderal-jenderal Napoleon III
meyakinkan kepada kaisar bahwa
Perancis akan menang. Pada 16
Agustus 1870, Parlemen Perancis
sepakat untuk menyatakan perang
dengan jumlah suara 101 melawan
47, sehingga pada tanggal 19
Agustus Perancis secara resmi
menyatakan perang melawan
Jerman.
Koalisi Jerman memobilisasi
tentaranya lebih cepat daripada
tentara Perancis dan segera
menyerbu Perancis timur laut.
Jumlah tentara Jerman lebih
besar, kepemimpinan dan
pelatihannya lebih baik, dan
penggunaan teknologi modernnya
lebih efektif, terutama
penggunaan jalur kereta api dan
artilerinya. Rentetan
kemenangan Prusia dan Jerman di
Perancis Timur berujung pada
Pertempuran Sedan , yang
mengakibatkan ditangkapnya
Napoleon III dan seluruh
tentaranya pada tanggal 2
September. Namun, hal tersebut
tidak mengakhiri perang ini,
karena Republik Ketiga
dideklarasikan di Paris pada
tanggal 4 September 1870 dan
perlawanan Perancis berlanjut di
bawah Pemerintahan Pertahanan
Nasional dan Adolphe Thiers .
Setelah kampanye militer selama
lima bulan, tentara Jerman
berhasil mengalahkan tentara
Perancis yang baru direkrut. Paris
jatuh pada tanggal 28 Januari
1871 setelah pengepungan yang
panjang. Negara-negara Jerman
kemudian menyatakan akan
bersatu dengan Kekaisaran Jerman
dengan Wilhelm I sebagai
kaisarnya. Traktat Frankfurt yang
ditandatangani pada tanggal 10
Mei 1871 menyerahkan wilayah
Alsace dan sebagian dari Lorraine
kepada Jerman.
Setelah kekalahan Perancis,
pemberontak yang disebut
Komune Paris mengambil alih
kekuasaan di ibukota selama dua
bulan hingga pemberontakan
dipadamkan oleh tentara Perancis
pada akhir Mei 1871. Sementara
itu, penyatuan Jerman dan
industrialisasi negara tersebut
mengubah keseimbangan
kekuatan di Eropa, dan Otto von
Bismarck memiliki kewenangan
yang besar di dalam urusan
internasional selama dua
dasawarsa. Kebulatan tekad
Perancis dalam merebut kembali
Alsace-Lorraine akan memicu
keterlibatan Perancis dalam

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments
AdyGTM
April 18, 2015 at 3:52 AM delete

kunjungan pertama gan . Kalo ada wktu mampir ya kita saling follow

Reply
avatar